Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya Gelar Workshop Kurikulum MBKM

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-BANDARLAMPUNG – Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar program studi dan dikonversi setara dengan 60 SKS.

“Jangan sampai mahasiswa tidak memiliki kompetensi inti dari program Prodi Sistem Komputer ketika mengambil program MBKM,” kata Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Riset Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dr. RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., saat memberikan sambutan pada Workshop MBKM virtual, Kamis (7/10/2021).

Workshop yang digelar Program Studi Sistem Komputer Institut IIB Darmajaya itu diisi oleh Guru Besar Universitas Sampoerna yang juga Koordinator Pengembangan Kurikulum Komputer menggunakan OBE berbasis KKNI untuk APTIKOM, Prof. Teddy Mantoro.

“Saya berharap workshop dapat memberikan masukkan pada kurikulum MBKM Prodi Sistem Komputer. Saya percaya dengan narasumber Prof. Teddy Mantoro yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi. Apalagi, Sampoerna University sudah melangkah jauh dari kita dan diharapkan dapat memberikan saran dan masukkan kepada Prodi Sistem Komputer,” kata Abdul Aziz.

Workshop Kurikulum juga diikuti oleh Direktur MBKM Aswin, S.E., M.M.; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Zaidir Jamal, S.T., M.Eng.; Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Anik Irawati, S.E., M.Sc.;  perwakilan Prodi Sistem Informasi, Prodi Teknik Informatika, Dosen Prodi Sistem Komputer.

Abdul Aziz juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang memberikan hibah Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM kepada Prodi Teknik Informatika dan Prodi Sistem Komputer.

“Mudah-mudahan dengan hibah ini kita bisa benar-benar menyiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang berkualitas. Karena anak-anak ini lah yang akan membawa Indonesia ke depan lebih maju,” tuturnya.

Sementara, Ketua Prodi Sistem Komputer Nurfiana, S. Kom., M. Kom., mengatakan bahwa Kurikulum MBKM telah berjalan mulai semester ganjil 2020 yang mendukung visi Prodi Sistem Komputer. “Menjadi pembelajaran unggul bidang Internet of Things (IoT) dan Sistem Cerdas berbasis riset,” ungkapnya.

Nurfiana juga menjelaskan workshop ini merupakan bagian dari hibah kerja sama kurikulum dan implementasi MBKM Prodi Sistem Komputer. “Harapannya akan dapat memberikan masukan untuk menyempurnakan Kurikulum MBKM Prodi Sistem Komputer,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Teddy Mantoro mengatakan kurikulum itu harus baik, tidak hanya untuk kampus tetapi untuk stakeholder ataupun perguruan tinggi lainnya. “Saya ingin kasih contoh, misalnya profil lulusan. Tidak hanya terkonsentrasi oleh tiga profil tetapi dapat lebih. Saat ini terdapat 771 jenis pekerjaan berdasarkan dari Aptikom. Tahun 2005 hanya 200-an lebih,” ucapnya.

Pengajar di Sampoerna University ini juga menuturkan pembelajaran dalam Kurikulum MBKM mahasiswa kuliah hingga empat semester di program studinya. “Maka dua semester selanjutnya hingga semester terakhir diberikan magang atau kegiatan pembelajaran lainnya di luar kampus oleh Pak Nadiem (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi),” ujarnya.

Menurut dia, kompetensi dasar akan diberikan pada semester pertama hingga sampai kelima. “Mahasiswa mendapatkan kebebasan untuk mengembangkan keilmuannya dengan menyiapkan diri dalam magang atau program MBKM lainnya,” pungkasnya. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *