Kabar Duka, Bapak Cham Mansi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-PAPUA -Kabar Duka, Keluarga besar Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua dan khususnya di Kepulauan Yapen serta para  Alumni Sekolah YPK di Distrik Yapen Timur Kepulauan Yapen dirunut duka yang mendalam atas meninggalnya seorang Guru dan Pendidik Bapak Cham Mansi.

Almarhum Bapak Cham Mansi Menghembuskan nafas terakhir dengan tenang di Rumah Sakit Dian Harapan Waena Kota Jayapura dalam usia 82 tahun 11 bulan, 5 hari pada Senin, 4 Oktober 2021 pukul 16.35 WIT.

Atas nama pribadi, keluarga besar Kampung Korombobi,  dan sebagai alumni SD YPK Imanuel Korombobi, kami turut Berduka yang mendalam atas berita duka ini. Guru yang hebat, sang pendidik yang luar biasa, ucap Zakeus Rumpedai alumni 1994 SD YPK Imanuel Korombobi.

Kepada media, menurutnya bahwa tak ada yang bisa kami berikan demi membalas Kebaikan Sang Guru. Hanyalah ucapan Terimakasih KepadaMu Guru Bapak Cham Mansi dan kami hanya menyampaikan Selamat Jalan Guru, Selamat berjumpa dengan Para pendahulu dan Tuhan kita disorga.

Didikanmu tak bisa kami lupakan. Didikan yang keras, tegas dan disiplin luar biasa.

Engkau telah memberikn yang terbaik bagi kami Ilmu melalui ayunan rotanmu mendisplinkan kami. Diujung rotan ada emas. Kata-katamu masih teringat oleh kami, sehingga terus berjuang dalam study, kami terus giat sehingga kami bisa terus belajar hingga jd Sarjana untuk berkarir lebih baik.

Sekali lagi Engkau luar biasa bagi kami anak-anak didikmu alumni SD YPK IMANUEL Korombobi. Kami bangga punya Seorang Guru seperti Engkau, Engkau orang hebat, yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan Belajar. Selamat Jalan Guru Kami Yang Hebat.

Keluarga Almarhum Bapak Mansi sudah menjadi bagian dari kami Keluarga besar Korombobi (Wonsyupi & Wabo). Almahum dan Mama sudah sangat berbakti dengan Tulus dan Ikhlas untuk mengangkat harkat dan martabat kami generasi saat ini dalam bidang Pendidikan (SDM) dan juga kerohanian. Selamat jalan Pengajar sekaligus Pendidik terbaik kami Alumni SD YPK IMANUEL Korombobi dan semua orang yg pernah diajar dan didik oleh Almarhum, tutur Yorgen Numberi alumni SD YPK Imanuel Korombobi.

Ucapan turut berduka juga datang dari Kadiwaru John, tuturnya bahwa sebagai alumni Anak-anak YPK  dan Sekertaris Ikatan Alumni Kabupaten Yapen turut berduka, Tuhan pemilik hidup memberi kekuatan kepada yang ditinggal.

Almarhum Bapak Cham Mansi Lahir di Bagaiserwar, 26 Oktober 1939. Almarhum adalah anak dari pasangan suami isteri Bpk Sefnath Awete (Alm) dan Ibu. Leonora Sosomar (Alm) dan ibu sambung Orpa Mansi (Alm).

Bapak Cham Mansi menikah dengan Phebe Woisiri tahun 1959 dan dikaruniai 10 (sepuluh) orang anak yang terdiri dari 5 orang Putera dan 5 orang puteri. Almarhum juga mempunyai 32 orang cucu, 22 orang cicit, dan 2 orang canggah.

Almarhum adalah pensiunan PNS/Guru Sekalah Dasar yang tamat pendidikan di SD Sending Belanda tahun 1952, Sekolah Lanjutan untuk Pria YVVS Yoka tahun 1955, dan sekolah Guru ODO Serui tahun 1958.

Semasa pengabdiannya sebagi PNS / Guru, almarhum bertugas di wilayah Kabupaten Yapen Waropen ketika itu, sejak tanggal 3 September 1958 yaitu;

  1. Untuk pertama kali di tempatkan Sebagai Guru SD YPK Wonti II Kabupaten Yapen Waropen;
  2. Tahun 1959 ditempatkan pada SD YPK Risei Sayati Kabupaten Yapen Waropen; 3. Tahun 1964 ditempatkan pada SD YPK Aromarea Kabupaten Yapen Waropen;
  3. Tahun 1967 ditempat pada SD YPK Serui Laut, Kapupaten Yapen Waropen;
  4. Tahun 1967 ditempatkan pada SD YPK Wonti II Kabupaten Yapen Waropen;
  5. Tahun 1971 ditempatkan pada SD YPK Mantembu Kabupaten Yapen Waropen.
  6. Pada tahun 1973 pada bulan Mei Almarhum mengemban tugas sebagai guru jemat yang dilaksanakannya sampai memasuki masa pensiun sebagai PNS;
  7. Tahun 1974 ditempatkan pada SD YPK Imanuel Serui Kota, Kabupaten Yapen Waropen;
  8. Tahun 1976 ditempatkan pada SD YPK Randawaya 1, Kabupaten Yapen Waropen;
  9. Tahun 1979 di tugaskan pada SMP Negeri I Persiapan Dawai, Kabupaten Yapen Waropen;
  10. Tahun 1988 ditempatkan pada Kantor DEPDIKBUD Yapen Waropen;
  11. Tahun 1988 kembali ditugaskan pada SD YPK Korombobi Kab. Yapen Waropen Sampai dengan pensiun pada tanggal 1 November 1999.

Setelah pensiun, almarhum pulang kembali ke Sarmi pada tahun 2015 untuk menjalani kehidupan di masa tua. Almarhum menderita sakit stroke sejak tanggal 7 Juli 2021 Kemudian dirujuk oleh Puskesmas Sarmi ke Rumah sakit Dian Harapan Jayapura pada tanggal 11 Agustus 2021 dan mendapat rawat inap di RS Dian Harapan selama 7 hari yaitu dari tanggal 12 Agustus Sampai dengan tanggal 19 Agustus 2021, dan selanjutnya di rawat di rumah anak-anaknya di Jayapura.

Tanggal 2 Oktober Almarhum kembali dirawat di Ruang ICU RS Dian Harapan, Dan Segala upaya perawatan baik di Rumah Sakit maupun di Rumah telah dilakukan secara maksimal baik oleh pihak medis maupun oleh Keluarga, namun Tuhan berketetapan lain.

Selamat jalan Suami, Ayah, mertua, tete yang tercinta, dan Guru yang hebat, Engkau telah menunaikan tugasmu di dunia dan kini Engkau kembali kepada Sang khalik pangkuan Bapa di Sorga. “Tuhan Yang Memberi, Tuhan yang Mengambil semua yang menjadi miliknya. Terpujilah nama Tuhan”. (Sumber penulisan riwayat hidup singkat Almarhum : CLA, Ed. Zri. Sarmi, 06/10/2021).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *