Bermain Layangan Jadi Ajang Silaturahmi Dan Nostalgia

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – PURWAKARTA – Di tengah perkembangan teknologi, permainan modern seperti game online lebih banyak disukai. Namun, keberadaan permainan tradisional bukan lantas hilang tergerus zaman bersama kemajuan teknologi.

Untuk mengantisipasi hilangnya sejumlah permainan tradisional (Layang – layang, red). Komunitas Pecinta Layangan (KPL) Kabupaten Purwakarta yakni Kite Barat terus berupaya menghidupkan kembali bermain layangan melalui lomba adu ketangkasan layangan.

“Kegiatan ini selain hiburan, bernostalgia juga merupakan ajang silaturahmi serta bagian dari upaya kita menghidupkan kembali permainan tradisional yaitu layang-layang,” ujar Viarsyah Ketua KPL Kite Barat. Senin (4/10/2021)

Lebih lanjut menurut Viar, lomba layang-layang tersebut baru diikuti belasan orang peserta dari sejumlah wilayah di Kecamatan Purwakarta.

“Pesertanya baru hanya dari wilayah kecamatan Purwakarta saja, namun sebagian ada juga dari kecamatan Jatiluhur,” katanya.

Dalam lomba tersebut panitia telah menyiapkan segala fasilitas lomba layangan seperti layangan, gelasan, kenur dan hadiah berupa uang tunai dari hasil pendaftaran.

“Peserta lomba cukup membawa uang pendaftaran aja, untuk mengikuti lomba layangan karena fasilitas sudah di siapkan panitia,” terangnya.

Di lokasi yang sama menurut salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kompetisi layang-layang yang diselenggarakan KPL Kite Barat. Selain minimnya ruang bermain layang-layang, saat ini kebanyakan waktu luang diisi dengan permainan di gadget atau yang lainnya sekiranya kurang bermanfaat.

“Terus terang selain menjadi ajang silaturahmi bermain layangan juga menjadi ajang nostalgia waktu kecil. pokoknya seru kita juga dapat berinteraksi langsung, tentunya harus kita lestarikan permainan tradisional seperti layang-layang ini di tengah kemajuan zaman,” tutur Hadi warga GG Aster di sela bermain layang-layang.

Sementara itu Hadi berharap dengan hadirnya Komunitas Pecinta Layangan di Kabupaten Purwakarta bisa menghidupkan kembali permainan tradisional yaitu layang-layang yang hampir punah atau kurang diminati masyarakat umum lainnya.

Karena menurutnya saat ini permainan layang-layang sudah ditinggalkan masyarakat khususnya anak-anak seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga anak-anak sekarang lebih memilih untuk bermain gadget ketimbang permainan tradisional yang menggerakkan fisik mereka.

“Mudah mudahan seiring waktu bermain layang-layang akan banyak dimainkan lagi, khususnya anak-anak, karena permainan tradisional seperti layang-layang ini banyak manfaatnya, apalagi di masa pandemi covid-19 ini, bermain layang-layang juga dapat meningkatkan imunitas tubuh dan bisa menggerakkan otot badan dan fisik, ketimbang bermain gadget yang hanya diam saja,” pungkas Hadi. (DR)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *