Hasil Pemeriksaan, Beberapa Dugaan Peyimpangan DD-ADD 2020 didesa Bayas Jaya,

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) -PESAWARAN – Terkait adanya sejumlah dugaan penyimpangan dana Desa (DD) dan Angaran Dana Desa (ADD) tahun 2020 yang diduga dilakukan Oknum Kades Bayas jaya Kepada sejumlah RT dan Kader Posyandu,Ahir nya oknum kades Mengembalikan dana insetif tersebut kepada pihak RT dan kader Posyandu Meski dana yang di kembalikan belum seluruh nya.

Hal tersebut di sampaikan Muhamad Aseva Sekertaris Inspektorat Kabupaten Pesawaran kepada sejumlah media menurut nya,bahwa hasil pemeriksaan yang di lakukan pihak nya insfektorat terdapat sejumlah temuan sehingga pihak insfektorat memerintahkan agar pihak kades Bayas jaya untuk mengembalikan dana tersebut.

“dari hasil pemeriksaan terdapat sejumlah temuan yang harus di kembalikan oleh pihak kepala desa,diantaranya adalah tentang dana insetif RT dan dana insetif kader posyandu,dan kami meminta agar dana tersebut dapat di kembalikan kepada mereka (RT dan Kader Posyandu-Red),”Ujar Aseva belum lama ini.

dia juga mengatakan,bahwa dana insetif RT dan Kader posyandu yang di duga di simpangkan oleh oknum kades Bayas jaya telah di kembalikan,tetapi pihak nya belum mengetahui apakah dana tersebut telah di kembalikan seluruh nya tetapi berdasarkan informasi pihak kepala desa  telah mengembalikan sebagian dana tersebut.

“berdasarkan informasi oknum kades bayas Jaya belum  mengembalikan semua dana insetif RT dan kader posyandu yang di duga di simpangkan tersebut kepada pihak desa,dan soal  nilai nya dana yang akan di kembalikan oleh oknum kades kami belum bisa menyampaikan kepada rekan rekan media,”ungkapnya lagi seraya mengatakan

Kalau masalah berapa nilai yang di kembalikan saya tidak berani, karena itu bukan wewenang kami, masih ada sisa, karena belum di Pulangkan semua nilainya yang jelas mencapai puluhan juta.

Dan Saat disinggung adanya dugaan fiktif penggunaan DD-ADD 2020 Desa Bayas Jaya Serta Dugaan  Pemalsuan Tanda Tangan Penerima Insentif, Marbot, Penjaga Makam dan Guru ngaji,

Muhammad Aseva Seketaris inspektorat mengatakan, adanya dugaan peyimpangan Pengguaan DD-ADD tersebut pihak ispektorat Sudah menerima laporan Tapi kalau dugaan pemalsuan tanda tangan penerima insentif Marbot dan penjaga makam belum ada laporan yang masuk, jelas Aseva.(defa)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *