Polsek Bandar Pulau Sudah Dua Kali Selesaikan Masalah Masyarakat Dengan Cara “Restorative Justice”

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – ASAHAN – Polsek Bandar Pulau Polres Asahan Polda Sumut menggelar Restorative Justice (keadilan restoratif) dalam perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial HS merupakan warga Kecamatan Rahuning,  bertempat di Balai Musyawarah Polsek Bandar Pulau, Rabu (29/09/2021) Siang.

Restorative Justice tersebut dihadiri oleh Kapolsek AKP Ali Yunus Siregar, Kanit Reskrim IPDA Erlyanto, Penyidik Pembantu Bripka J.Siregar, Kades Perkebunan Gunung  Melayu Surya Ahmadi, korban, dan terduga pelaku serta para tokoh.

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH Saat dikonfirmasi pada hari Rabu 29 September 2021 Malam, menjelaskan, bahwa Restorative Justice di gelar sehubungan dengan terjadinya tindak pidana penganiayaan, pada Hari Jumat 17 September 2021 lalu, sekira pukul 13.30 WIB, diladang sawit milik korban di Desa Gunung Melayu Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan yang dilakukan oleh terduga berinisial HS.

“Dari hasil Restorative Justice menyatakan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, korban mencabut laporan pengaduan dan membuat pernyataan keberatan dilanjutkan ke jaksa penuntut umum (JPU),” ujarnya.

Dijelaskan Kapolres pula bahwa upaya keadilan restorative merupakan salah satu program prioritas Kapolri dan sesuai dengan implementasi dari pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Konsep ini adalah mengalihkan proses pidana di luar pengadilan dengan menganut prinsip win-win solution, tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan dalam kasus ini. Tujuannya adalah menjunjung prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat seperti nilai falsafah kehidupan luhur Bangsa Indonesia,” katanya.

Restorative Justice ini hanya berlaku satu kali, kalau besok Terduga berinisial HS melakukan perbuatan yang melanggar hukum (pidana),maka tidak ada lagi haknya untuk mengajukan restoratif,” tambah Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK , MH.

Sementara itu Kapolsek Bandar Pulau AKP Ali Yunus Siregar menyampaikan selama bulan September 2021 sudah menyelesaikan 2 kasus dengan cara Restorative Justice yaitu pertama kasus pencurian berondolan buah kelapa sawit di PT SSL kebun pulau Maria yang terjadi pada tanggal 11 September 2021 dan yang kedua kasus penganiayaan di Desa Gunung Melayu yang terjadi pada tanggal 17 September 2021 yang digelar hari ini (Doni).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *