DPRD Barito Timur Harapkan Sistem Pelabuhan Telang Baru Cepat Selesai.

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) -TAMIANG LAYANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur, provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan Rapat Kerja (Raker) tentang Pengelolaan Pelabuhan Telang Baru, dan Menindak Lanjuti Pelaksanaan Perusahaan Dareah terkait Pengelolaan Pelabuhan, di ruang Rapat Paripurna DPRD Bartim. Rabu (29/09/2021).

Dalam kegiatan itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, para Wakil Ketua DPRD Bartim dan Anggota DPRD Kabupaten Bartim, beserta undang-undangan lainnya.

Ketua DPRD Bartim, Nur Sulistio, pada Raker Paripurna DPRD Bartim itu meminta Pemerintah Daerah memberikan konstribusinya atas yg di dapat dari pelabuhan telang, dan juga agar mengevaluasi berkaitan dengan perizinan pelabuhan itu, karena pemerintah Daerah yang punya pelabuhan dan itu pelabuhan yang sangat finansial kalau dimanfaatkan.

“Dengan bekerjasama bersama para pelaku-pelaku usaha agar memanfaatkan tujuannya, dengan cara kita mendorong, memberikan kontribusi kepada pemerintah Bartim” kata Sulistio.

Karena mengingat dari pendapatan Daerah, terkait target utamanya dari dinas perhubungan tidak tercapai, dan sejauh ini informasih yang didapatkan berjumlah 14 juta dari jumlah target sebanyak 5 milyar, hanya sekian persen saja yang didapat.

“Ini sebuah kondisi yg memprihatinkan mengingat banyaknya peluang usaha di Bartim, seperti perkebunan, pertambangan,” ujar Sulistio

Kita hanya melihat dan tidak menginginkan gejolak-gejolak tersebut karena daerah yang menanggung, tapi tidak mendapatkan apa apa untuk kemakmuran masyarakatnya, selain karyawan yang bekerja memang sudah kewajiban bahwasanya pelaku usaha yang sudah berinvestasi di Bartim sudah wajib mendapatkan sekian persen, jadi kita tidak mengharapkan kegiatan pertambangan tersebut mengalami banjir, rusak, misalnya juga perkebunan sawit terjadi konflik dengan masyarakat, plasma tidak selesai, HGO belum tentu juga selesai.

“Karena ini menjadi beban pemeritah daerah, akan tetapi kontribusinya belum, oleh sebab itu kita akan mendorong dari sistem pelabuhan harus cepat terselesaikan, artinya aset pelabuhan telang baru harus benar-benar bisa menghasilkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk kabupaten Bartim,” lanjut dia.

Kemudian tadi informasi terakhir yang di dapat bahwa penyerahan aset sudah selesai, akan tetapi untuk serah terimanya masih belum, kita harapkan hal ini cepat dan serius untuk ditanggapi, juga perusahan yang terdekat dengan pelabuhan agar ada kerjasamanya dengan bertukar pikiran, bagaimana supaya PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (PT BNJM) bisa mengurus pelabuhan menjadi pelabuhan umum.

Kemudian, mengenai timbangan pemda yang sudah lama dengan kondisi rusak agar segera diaktifkan kembali, sehingga yang pertama mendapatkan kontribusi, kedua kita tidak dibodohi, artinya semua produksi yang melintas harus kita timbang, kita harus tahu berapa ton muatannya dan apa yang dibawa, sementara ini mereka juga ada yang melintas jalannya kabupaten kemudian juga tentu pajak distribusi berkaitan dengan ton, kita harus tau.

Sementara hampir semua investor menggunakan pelabuhan di Bartim, cuma sementara ini kan bukan pelabuhan Bartim, artinya pelabuhan Bartim tersebut jangankan mau dipakai, asetnya pun belum milik Bartim, baru tahap penyelesaian atau menyerahkan aset, tapi tahap serah terima masih belum.

“Itulah yang kita dorong supaya aset tersebut harus cepat terselasaikan, kemudian setelah selesai baru kita benahi prusdanya,”beber Sulistio

Kita juga minta komitmen BNJM, kita tanya mereka berproduksi dari tahun kapan, kemudian program kerjanya seperti apa, kontribusi untuk daerah apa.? Saya ikut tercengang, dibulan agustus perusahaan kontribusinya cuma 14 juta itu kan apa ya! Dan itu terhitung dari agustus sampai sekarang dan itu baru 1 PT. BNJM sendiri.

“Jadi kita harapkan ada pemaksimalan potensi-potensi sumber PAD itu dikelola dengan maksimal”,tutup Sulistio (DH).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *