Sikap GAMKI Papua Terkait Kejadian Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) -PAPUA – Sehubungan dengan kejadian kekerasan, penganiayaan, pembunuhan pengrusakan dan pembakaran  yang terjadi tepatnya di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang tanggal 13 September 2021 yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka baik secara fisik maupun psikis bahkan ada satu korban yang meninggal dunia, urai pers realis DPD GAMKI Papua yg diterima media, Jumat (24/09/21).

DPD GAMKI Provinsi Papua dengan ini menyampaikan sikap sebagai berikut :

  1. Atas nama kemanusian kami menyampaikan belasungkawa dan rasa dukacita yang mendalam  atas meninggalnya  Gabriela Meilani tenaga kesehatan yang menjadi korban kekerasan  yang diduga dilakukan oleh Kelompok  Kriminal Bersenjata (KKB) kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, penghiburan dan ketabahan.
  2. Kami mengecam dengan keras dan menyesalkan kejadian kekerasan, penganiayaan, pembunuhan kepada tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pengabdian yang mulia bagi kemanusiaan khususnya masyarakat Papua yang seharusnya mereka dilindungi dan juga tindakan anarkis, pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum termasuk fasilitas kesehatan.
  3. Kami meminta kepada Aparat Keamanan untuk dapat menindak tegas dan menangkap pelaku kejahatan terhadap kemanusia, mereka harus mempertanggungjawakan perbuatannya dihadapan Hukum dan mengapresiasi aparat keamanan yang bertindak cepat untuk memulihkan situasi pasca peristiwa di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.
  4. Sehubungan dengan salah satu tenaga Kesehatan (Nakes) atas nama Gerald Sokoy yang sebelumnya dinyatakan hilang dan berdasarkan informasi di beberapa media online bahwa yang bersangkutan bukan disandera tetapi diamankan di markas TPNPB OPM dan sekarang dalam keadaan aman dimana selanjutnya akan diserahkan kembali kepada pihak keluarga melalui pihak gereja dan pemerintah daerah, maka kami meminta supaya Nakes Gerald Sokoy serahkan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Juga kepada Komnas HAM, karena yang bersangkutan adalah saksi kunci kejadian dimaksud, hal ini bertujuan supaya bisa mengungkapkan fakta sebenarnya dan obyektif terkait kejadian di Kiwirok siapa sesungguhnya yang bertanggungjawab, mengingat kesimpangsiuran informasi yang belakangan ini beredar di publik.
  5. Kami meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk dapat memberikan jaminan keamanan dan rasa aman bagi pekerja kemanusiaan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Guru yang mengabdikan diri dan hidupnya bagi masyarakat Papua, kami meminta juga kepada Pemerintah Daerah agar bijak dan serius dalam merespon  setiap informasi apapun yang beredar berkaitan dengan situasi dan kondisi keamanan di daerah-daerah rawan konflik sehingga bisa mengantisipasi jatuhnya korban tidak bersalah dari masyarakat. (Ed.zri).
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *