Lakukan dosa besar, oknum kades Bayas jaya bakal tersandung Hukum

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – PESAWARAN – Nampak nya Oknum kepala desa Bayas jaya kecamatan way khilau kabupaten pesawaran bakal tersandung Hukum,pasal nya,oknum kades tersebut terbukti melakukan penyimpangan terkait dana insetif aparat desa Bayas jaya tahun 2020.

Hal itu dikatakan Muhamad Aseva  selaku sekertaris insfektorat kabupaten pesawaran kepada  sejumlah media beberapa waktu lalu,menurut nya dari hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh pihak insfektorat di dapati sejumlah temuan Penyimpangan yang di lakukan oleh oknum kepala desa Bayas jaya sehingga sang kades di wajib kan mengembalikan dana yang di duga di simpangkan oleh oknum kepala desa.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan terhadap kepala desa Bayas jaya kami medapatkan temuan bahwa oknum kepala desa tersebut belum membayarkan dana insetif aparat desa nya pada bulan Januari hingga bulan Juni 2020,sehingga kami memerintahkan agar kepala desa dapat mengembalikan dana insetif tersebut kepada aparat desa.” Pungkas Aseva seraya mengatakan bahwa temuan dari hasil pemeriksan kepala desa Bayas jaya akan kami berikan kepada pihak penegak hukum jika hal tersebut di minta.

Sementara itu  berdasarkan keterangan dari masyarakat yang nama nya minta di rahasiakan karena alasan Takut kepada media ini juga mengungkapkan sejumlah dosa besar yang dilakukan oleh oknum kades bayas jaya terkait dugaan penyimpangan angaran dana desa (ADD) dan Dana desa (DD) desa Bayas jaya tahun 2019 dan 2020.

“Sejumlah dosa besar yang diduga lakukan oleh oknum kepala desa Bayas jaya selain belum di bayar nya dana insetif aparat desa nya selama bulan Januari hingga bulan Juni 2020, oknum kades tersebut juga belum di duga belum membayarkan dana insetif aparat desa selama tiga bulan pada tahun 2019, lalu adanya kegiatan  pembanguan  gorong gorong di tahun 2020 yang di duga fiktif dengan nilai kurang lebih 24 juta, kemudian adanya dugaan pembangunan pos ronda pada tahun 2020 yang juga di duga fiktif dengan nilai Rp30 juta yang di ketahui dari laporan realisasi dana desa tahun 2020 desa Bayas jaya,” ujar lelaki setengah baya itu.

Diri nya juga mengatakan dugaan sejumlah penyimpangan dana Add dan DD tahun 2020 yang dilakukan oleh oknum kepala desa insentif marbot tahun 2020, insetif penjaga makam tahun 2020 serta dugaan penyimpangan dana insetif guru ngaji yang di lakukan pada priode bulan Januari hingga bulan Juni 2020 bahkan di indikasi ada nya pemalsuan tanda tangan penerima dana insetif  yang di duga  dilakukan oknum kepala desa Bayas jaya.

“Kami selaku masyarakat desa Bayas jaya sangat berharap kepada pihak pihak terkait untuk dapat segera menindak tegas oknum kepala desa bayas jaya,serta meminta pihak penegak hukum segera memangil dan  memeriksa kepala desa Bayas jaya atas dugaan penyimpangan add dan DD desa Bayas jaya tahun 2020,”pungkas lelaki setengah baya itu. (defa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *