Program PTSL di Tiyuh Kibang Tri Jaya Diduga Menjadi Ajang Pungli.

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) -TUBABA – Program Pedaftaran Tanah Distim Lengkap (PTSL)diharapkan bisa meringankan beban masyarakat dalam penerbitan buku sertipikat tanah. Namun hal ini belum terwujud di tiyuh Kibang Tri Jaya kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat. Karena program ini diduga menjadi ajang pungli aparatur Tiyuh setempat.

Pasalnya program yang diluncurkan pemerintah guna membantu masyarakat tersebut, , pada kenyataannya justru dikeluhkan sebagian warga.

Salah satu warga yang namanya minta tidak dirahasiakan mengeluhkan “ pertama kami setor uang sebesar Rp.250.000 untuk pengukuran, saat saya pertanyakan kenapa punya saya belum jadi, ada kesalahan nama katanya. Maka ditarik kembali, kemudian saya didatangi oleh aparatur Tiyuh yang bernama Asnawi (biasa dipanggil Aweng).

Kedatangan Aweng meminta saya untuk membayar uang sebesar Rp. 250.000 , pembayaran kedua kali dimaksudkan untuk membayar suwalikan (balik nama/red) kepemilikan tanah saya seluas 12×50 M2. Setelah saya membayar dengan harapan sertipikat akan segera keluar ( terbit ) , ya cuma ini mas yang kami punya ladang juga kami nggak punya cuma ini yang kami punya sampek sekarang juga nggak terbit buku sertipikatnya, ” Ujar warga tersebut. Sabtu (18/9/2021).

Sementara saat dikonfirmasi dibalai Tiyuh setempat Asnawi/Aweng menerangkan “saya tidak pernah merasa menerima uang tersebut, saya cuma membantu mendampingi petugas dari BPN pada saat pengukuran di lapangan dan setelah itu masalah dana-dana saya nggak tau,’ kilahnya.

Terpisah Iswanto Juru tulis Tiyuh Kibang Tri Jaya mengatakan “kami hanya membantu saat proses pengukuran di lapangan dan pendataan secara administrasi, untuk urusan penarikan dana semua kami nggak tau urusan itu kalrifikasi aja ama pak kepalo. Kalau masalah sertipikat itu sudah selesai dan dibagikan, memang ada kurang lebih 10 buku yang dipulangin gendala masalah ukuran dan pengetikan nama, sekali lagi masalah pendanaan saya tidak tau,”ungkapnya.

Ironisnya keterangan yang diberikan Aweng sangat berbeda dari masyarakat. Lantas siapakah yang menarik dana pungli tersebut..??? Apakah kepalo Tiyuh seperti yang disebutkan oleh Iswanto sekretaris Tiyuh atau ada pihak lain.

Menyikapi hal ini warga meminta kepada instansi terkait kiranya bisa mengambil tindakan agar ada kejelasan terkait pungutan pembuatan sertipikat program PTSL tersebut.( Izal/Mr/On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *