Pengembangan Sulam Tapis Lampung Potensi Desa Tengkujuh Terkendala Bahan Baku dan Pemasaran

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-KALIANDA-Untuk menciptakan sebuah lapangan pekerjaan di tengah masyarakat desa tidaklah mudah. Terlebih, di era pendemi saat ini. Dalam perjalanannya, tentunya mesti menemui kendala dan banyak hal-hal yang perlu dipersiapkan.

Persiapan bukan hanya bersifat modal usaha saja. Melainkan diantaranya, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi. Tata kelola management yang baik. Pemetaan potensi desa dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), serta dukungan dari berbagai pihak pun termasuk didalamnya.

Seperti gambaran kecil di Desa Tengkujuh, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan ini misalnya. Dimana, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, berupaya merangsang pertumbuhan ekonomi kerakyatan di desa, salah satunya dengan cara menggali potensi yang ada di desa.

Saat ini, Pemerintah Desa setempat, sedang bersemangat menggalakan kerajinan tenun tapis khas Lampung. Dengan objek utamanya, masyarakat sekitar sebagai motor penggeraknya.

Dengan harapan, bila mampu di kelola secara maksimal, selain dapat ikut menjaga melestarikan adat budaya Lampung. Melalui kegiatan tersebut, diyakini mampu merangsang pertumbuhan perekonomian warga. Sekaligus, mampu membuka peluang usaha kerakyatan baru di desa. Sehingga, menjadi salah sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar, selain dari hasil pertanian dan perkebunan.

Ketua UMKM Bertapis Helau Desa Tengkujuh Yulita (37) mengatakan, selama menjalani usaha kerajinan sulam tapis, ada beberapa karya kerajinan sulam tapis kerui dan abung dengan berbagai motif telah dihasilkan.

“Hasil karya sulam tapis yang sudah dihasilkan, sarung, peci, dompet, lis baju, jilbab, pakaian, kaligrafi dan selendang tapis,” terangnya, kepada media ini saat kegiatan menyulam tapis bersama ibu-ibu PKK di balai desa setempat, Senin (13/9/2021).

Meski demikian, Yulita dan para anggotanya mengaku, masih menghadapi kesulitan untuk mengembangkan usaha kerajinan tersebut. Kendala yang dihadapi diantaranya dia menyebut, masih kesulitan mendapatkan bahan baku. Serta, kendalan lainya, masih terbatasnya pemasaran hasil produk.  Dan harga jual dirasa masih belum ideal.

“Kendala yang dihadapi oleh pengrajin sulam tapis di desa Tengkujuh ini antara lain, pemasaran dan harga jual hasil kerajinan masih belum stabil. Selain itu, ketika datang pemesanan dari pelanggan yang butuh cepat, kami kesulitan memenuhi pesanan. Sebab, mendapatkan bahan baku tapis cukup memakan waktu. Karena, di Lampung Selatan ini belum ada outlet khusus yang menyediakan bahan baku sulam tapis. Selama ini, kami harus rela membeli jauh ke toko yang ada di Bandar Lampung,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pj. Ketua TP PKK Desa Tengkujuh Rosida. Dimana ia menerangkan, diantara kendala lainnya, belum luasnya pemasaran produk juga diakuinya menjadi persolan tersendiri. Sehingga, keberadaan karya sulam tapis Lampung di desanya belum begitu dikenal khalayak ramai. Itu dikatakannya, sangat bepengaruh terhadap harga jual yang dirasa oleh para pengrajin belum ideal.

“Harapan kami, di kota Kalianda ini ada outlet khusus menyediakan bahan baku tapis. Sehingga, ketika ada pemesanan dari pelanggan yang butuh cepat, kami dapat mengerjakannya tepat waktu. Dengan begitu diharapkan pelaku UMKM kerajinan sulam tapis Lampung di desa tengkujuh yang baru terbentuk ini, bisa maju dan berkembang,” Rosida menambahkan.

Sementara, Pj. Kepala Desa Tengkujuh Maulana menjelaskan, mengingat besarnya potensi keterampilan kerajinan sulam tapis yang dimiliki oleh masyarakat sekitar. Pihaknya mengatakan akan berupaya berkoordinasi bersama lembaga terkait. Baik di tingkat kecamatan dan kabupaten. Agar dapat mewadahi UMKM sulam tapis didesanya tersebut.

Langkah itu, untuk mendorong pengembangan usaha para pelaku UMKM di desanya. Kerajinan sulam tapis yang sedang digalakkan tersebut, dikatakanya juga, sebagai salah satu upaya menjaga khasanah budaya adat Lampung.

“Mengingat keterbatasan desa, dan terkait kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM keterampilan kerajinan sulam tapis Desa Tengkujuh ini, kami akan mencoba berkoordinasi dengan pihak Kecamatan agar dapat diteruskan ke Kabupaten, untuk bagaimana mendorong pengembangannya,” pungkasnya.(Yan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *