Miris ! Nasib Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Baitul Muhibbin Sri Gunung

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-  PALEMBANG – Salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Muhibbin Sri Gunung kecamatan Tungkal Jaya di kabupaten Musi Banyuasin yang berdiri 1 Muharram Robiul Awal atau bulan Oktober tahun 2015 diatas tanah 2 hektar yang beralamat di jalan Raya-Palembang – Jambi.

Pengasuh/Pendiri Pondok Pesantren Baitul Muhibbin, Cecep Sihabudin Rachman yang lahir di Bandung tanggal 5 February 1982, mengatakan, pondok ini merupakan wakaf dari seorang tokoh masyarakat di bedeng tujuh bapak Isa. dulunya hutan belukar berdiri di atas tanah 2 hektar dan kami menebas semua pohonnya selama 7 bulan. Tapi peletakannya bukan batu pertama tapi kami menggunakan kayu gelondongan dan santri waktu itu masih ada 1 orang di tahun 2015.

“Alhamdulillah berjalannya waktu tahun 2016 kami mendirikan Yayasan Baitul Muhibbin bedeng tujuh dan mendirikan sekolah formal SMP Baitul Muhibbin dan sekarang ada juga SMK Baitul Muhibbin. Dan sekarang santri dan santriwati sudah ada 300 lebih,” katanya, Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan, selama 5 tahun berdirinya sampai 2021 ini dapat bantuan dari pemerintahan Muba melalui aspirasi dewan yaitu 1 lokal. Dari bantuan tersebut belum ada Rp 1 pun pembangunan pesantren ini berasal dari bantuan pemerintah.

Tapi pihaknya tetap semangat membantu para santri atau anak yatim dan kaum duafa, bahkan mencapai 47 persen yang ada secara gratis untuk para santri baik itu sekolah gratis, peralatan sekolah dan kebutuhan sehari-hari untuk para anak yatim, kaum duafa dan santri-santriwati yang ada di pondok pesantren Baitul Muhibbin.

“Selama ini kami mendapatkan bantuan dari para anggota pengajian dan orang-orang yang tergerak untuk membantu pondok pesantren Baitul Muhibbin,” tuturnya.

Lanjutnya, kendala yang dialami santri santriwati adalah pada waktu sholat, belajar, mengaji dan sebagainya jika hujan, angin deras masjid sering bocor yang berupa atap-atap yang masih memakai kayu dan asramanya belum ada yang permanen masih semi permanen, MCK masih menggunakan air sungai. Dalam keadaan ini memang sangat menyedihkan sekali. Tapi tetap membuat semangat para santri-santriwati yang ada di pondok pesantren Baitul Muhibbin ini.

“Himbauannya untuk pemerintah yang harus di garis bawahi pemerintah bukannya tidak membantu tapi belum membantu Pondok pesantren Baitul Muhibbin ini. Mudah-mudahan kedepannya saya yakin pemerintah dapat membantu dan tergerak hatinya untuk membangun dan mensupport pembangunan pondok pesantren Baitul Muhibbin ini ,” tuturnya.

“Ada bantuan dari selaku relawan Pak Cahyo yang memberikan jalan yang sangat luar biasa, beliau membuktikan kondisi pondok pesantren Baitul Muhibbin agar dapat di bantu. Kami sangat mengharapkan perjuangan beliau agar dapat bantuan pembangunan pondok pesantren ini,” katanya.

“Harapan kedepannya untuk pemerintah, baik kabupaten Muba maupun provinsi Sumsel lebih memberikan perhatian kepada pondok pesantren Baitul Muhibbin yang sangat membutuhkan bantuan. Mudah-mudahan Pemerintah Sumsel terus maju, berkah dan Gubernur Sumsel sehat selalu, sabar, tawakal semangat terus kami hanya bisa mendoakan agar dunia akhirat berhasil, ” harapannya.

Ditempat yang sama santri dan santriwati, Arman Maulana kelas 9 dan Melinda kelas 12 menuturkan,  pondok pesantren Baitul Muhibbin ini seperti ruang musholla, ruang belajar masih belum mencukupi. Bahkan asrama yang ditempati belum layak karena atap-atap nya sering bocor jika hujan.

“Harapan kami kedepanya agar pemerintah dapat membantu pembangunan Pondok Pesantren Baitul Muhibbin baik itu musholla, ruang belajar dan asrama yang layak untuk kami tempati agar kami dapat sholat dan belajar dengan nyaman, ” ucapnya.

Tempat yang sama Relawan Muslim ,T. Batin Cahyo menambahkan,  terkait realisasi aktual pondok pesantren Baitul Muhibbin saya berharap segera merealisasikan renovasi guna kelayakan fasilitas para santri dan santriwati yang saat ini sangat memprihatinkan sekali.

“Semoga lebih banyak lagi para rekan muslim baik dari sektor wirausaha produktif ataupun pekerja dapat bergerak untuk lebih memperhatikan kondisi pondok pesantren Baitul Muhibbin yang saat ini benar-benar membutuhkan support moril dan materil. “Semoga kedepan semakin banyak lagi yang memberikan bantuan untuk Pondok Pesantren Baitul Muhibbin ini ,” pungkasnya. (Rls/Nsy)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *