Mentri Desa, PDTT Kunjungi Papua : Yopi Murib Minta Kewenangan Perekrutan P3MD Dikembalikan

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – PAPUA –  Pembukaan Kegiatan Start Up dan Workshop Provinsi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu yang dibuka oleh Menteri Desa, PDTT DR. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd bertempat di Ballroom Swiss bell Hotel Jayapura tersebut diagendakan berlangsung selama 2 dua hari, dimana pelaksanaan ini bertujuan untuk mengkolaborasikan antara pemerintah pusat melalui kementerian desa dan pemerintah provinsi Papua dan juga sembilan kabupaten dampingan Tekad dan juga keterlibatan stakeholder lainnya guna mendukung terlaksananya program ini.

Kepala dinas pemberdayaan masyarakat kampung dan orang asli Papua dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Menteri Desa, PDTT beserta Istri dan juga rombongan di Tanah Papua, dan juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia dimana melalui Kementerian Desa, PDTT tersebut, dimana telah memperhatikan dengan seksama pembangunan di Tanah Papua,  melalui program-program pembangunan yang sudah bahkan sedang terlaksana di Tanah Papua dimana salah satunya melalui Program kerjasama antara kementerian desa dan juga IFAD selaku lembaga Donor yang melahirkan satu program lanjutan bernama TEKAD ini, menurut Yopi Murib, SE. MM bahwa selain Tekad, Ada beberapa Program pendampingan diantaranya amanat Undang-undang Desa yang melahirkan kebijakan berupa Dana Desa yang juga menjadi strategi pemulihan ekonomi desadan  dananya sangat signifikan untuk mengawal pembangunan di desa/kampung, dimana ada strategi pemulihan ekonomi desa dengan melakukan revitalisasi bumkamp/Bumdes, digitalisasi ekonomi desa dengan menggandeng e-commerce global serta ketahanan pangan masyarakat desa dan padat karya tunai desa (pktd). hal tersebut menggaris bawahi tantangan bagi kita bersama.

Berbagai agenda kebijakan nasional tersebut, kebijakan pengelolaan desa selalu dikemas dengan perspektif makro namun, dari pandangan daerah, selalu diperhadapkan dengan kontekstual daerah yang ternyata membutuhkan sentuhan kekhususan di dalam mengelola kampung dengan payung hukum yang kita kenal dengan otonomi khusus sehingga tidak ada tumpang tindih kebijakan antara undang-undang desa dan undang-undang Otonomi Khusus bagi provinsi Papua, oleh sebab itu, selaku kepala dinas pemberdayaan masyarakat kampung dan orang asli papua terlebih dahulu mewakili Pemerintah provinsi pada kesempatan ini, meminta kepada bapak Menteri Desa Dan, PDTT agar Sekiranya Dapat Menambahkan Jumlah Kuota Pendamping Dana Desa, Khususnya Pendamping Lokal Desa  dimana hal ini berdasarkan kepada kondisi Geografis Setiap Kampung di Papua, Efektifnya Pendampingan Dilakukan Oleh 1 Orang Pendamping Untuk setiap kampungnya oleh sebab itu kami meminta penambahan kuota pendamping lokal desa menjadi 5411 sesuai dengan Kampung Di Provinsi Papua. Lanjutnya, yopi menyampaikan permintaan lainnya meliputi pelaksanaan Perekrutan Pendamping Distrik/Kecamatan dan juga Tenaga Ahli kabupaten pada Program Dana Desa dikembalikan wewenangnya ke Pemerintah provinsi Papua melalui  DPMK & OAP Prov. Papua serta Evaluasi Kinerja Pendamping Dan Kontrak Kerja Pendamping Mengharap Kepada Bapak Menteri Agar Kewenangannya Dapat Dikembalikan Kepada Provinsi, Seperti Tahun – Tahun Sebelumya.

 

Yopi Murib juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Pusat dan IFAD jika ingin membangun Papua perlu dilakukan secara menyeluruh untuk itu untuk dirinya meminta Program Tekad pada Tahun 2022 nanti dapat masuk pada beberapa daerah lainnya di Provinsi Papua, Misalnya Kabupaten Merauke, Biak, Supiori, Mamberamo Raya, mamberamo Tengah, Asmat, Mappi, Mamberamo tengah, lanny jaya, Deiyai, Puncak dan Puncak Jaya, dan sekiranya dapat dilaksanakan di seluruh Tanah Papua, mengingat sangat bermanfaatnya program ini.

Kegiatan yang diakhiri dengan penandatanganan Komitmen antara perwakilan daerah dampingan yang dihadiri oleh Bupati kab. Jayapura dan juga Bupati Kab. Yahukimo ditutup dengan serba serbi dan juga kunjungan Menteri Desa Ke kabupaten Jayapura mengunjungi salah satu Bumdes yang berhasil di sekitaran Danau Sentani.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *