Dispertapa Kab. Blitar Gelar Pelatihan Manajemen Pertanian Terpadu Manfaatkan DBHCHT 2021

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnewscom) –BLITAR-   Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 dengan menggelar Pelatihan Manajemen Pertanian Terpadu Dalam Kelompok Tani.

Pelatihan yang diikuti 18 orang yang tergabung kelompok petani Makaryo Tani II Desa Mandesan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar itu diselenggarakan di rumah Ketua kelompok tani, Selasa (07/09/2021).

Acara yang digelar selama 6 hari yakni mulai 6 – 11 September 2021 itu  mengundang berbagai narasumber dengan tema yang berbeda. Untuk kali ini pemateri dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Lestari.

Kasi Tanaman Tahunan Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Anita Arif Rahayu mengatakan, kegiatan kali ini merupakan kegiatan manajemen pertanian terpadu dalam kelompok, adapun sasarannya untuk kelompok petani Makaryo Tani II.

Kenapa memilih tempat disini, menurut Anita, karena potensi secara sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Disisi lain pihaknya juga telah beberapa kali ke tempat ini untuk mengadakan survey lokasi dan sudah menerapkan pertanian terpadu dan tinggal memoles agar bisa dikelola secara kelompok.

“Jadi selama kami amati, masih dikelola secara perorangan dan kalau dikelola secara kelompok, harapan kami akan lebih meningkatkan pendapatan mereka atau para petani dan bisa memenuhi kebutuhan dalam satu desa,” harapnya.

Dicontohkannya, mereka membuat pupuk organik sendiri, jadi tidak tergantung pada pupuk kimia lagi, juga membuat pakan ternak sendiri. Jadi akan menghemat kebutuhan dalam satu kelompok jika dikelola secara bersama-sama.

“Misalnya, ahli membuat nutrisi atau pupuk organik, nanti akan dikelola secara kelompok agar bisa memenuhi kebutuhan dalam satu desa, harapan kami seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, narasumber dari P4S Lestari, Najib mengatakan, materi pada pelatihan kali ini yakni bagaimana mengelola limbah ternak secara bijaksana, sehingga bisa dimanfaatkan oleh petani dalam rangka memperbaiki lahan usaha tani.

Menurutnya, sementara ini pupuk-pupuk yang ada di pertambangan petani belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan data kurang lebih sekitar 7% yang sudah digunakan dan selebihnya belum.

“Oleh sebab itu, kami ajak untuk berlatih bagaimana pengelolaan limbah ini bisa kita kelola secara bijaksana yang tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup para petani,” pungkasnya. (kmf/tar)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *