LIRA Papua; Cenderawasih Cukup Jadi Maskot PON Papua, Jangan Dijadikan Souvenir Lagi

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) –PAPUA- Burung Cendrawasih merupakan anggota dari famili Paradisaeidae dan dari ordo Passeriformes. Burung ini memiliki ukuran yang beragam tergantung dari spesiesnya. Seperti spesies King bird of paradise yang memiliki ukuran 15 cm hingga spesies Black Sicklebill yang berukuran 110 cm, dan masa berkembang biak yang relatif lama menyebabkan spesies ini masuk kedalam spesies yang dilindungi.

Maraknya perburuan burung cendrawasih di tanah papua masih sangat tinggi, hal itu disebabkan prospek pasar akan nilai seni yang muncul dari penggunaan mahkota cenderawasih yang akhir-akhir ini dijual bebas,

Tercatat dalam 30 Tahun terakhir karena keindahannya burung Cendrawasih sering diburu dan diawetkan kemudian dijual untuk dijadikan hiasan di rumah ataupun di kantor, ada juga yang dijadikan mahkota oleh Kepala-Kepala Suku/Ondoafi di Papua dan bahkan diberikan sebagai mahkota saat penyambutan tamu-tamu penting (politik, pemerintahan, perusahaan/organisasi) dampaknya adalah semakin menyusutnya populasi burung Cendrawasih dan semakin sulit ditemukan.

Meskipun telah dilabeli dengan diterbitkannya surat edaran Nomor  660.1/6501/SET pada awal September 2017 tentang larangan penggunaan burung Cenderawasih sebagai aksesoris dan cinderamata, sehingga menempatkan staus cenderawasih makin kritis, bahkan sejak lama oleh Pemerintah Indonesia telah dikeluarkan setingkat Undang undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA dan Ekosistemnya menyebutkan bahwa: Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati, kemudian dikuatkan lagi dengan, Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 19 Tahun 2015 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa liar, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor  P.92/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi, tetapi minimnya penegakan hukum pada regulasi tersebut maka, makin maraknya perburuan akan hewan dilindungi tak akan pernah usai.

Oleh sebab itu untuk alasan kelestarian burung surga ini makan, diharapkan Pemerintah Provinsi Papua segera mengeluarkan pelarangan untuk souvenir dari burung cenderawasih, maka DPW LIRA Papua meminta Gubernur Papua sebagai Konsekuensi Moral terhadap apa yang telah bapak Gubernur Keluarkan pada Tahun 2017 lalu tentang pelarangan penggunaan burung Cenderawasih sebagai aksesoris dan cinderamata pada pagelaran PON Papua Bulan Oktober nanti, Menurut Ketua LSM LIRA Prov. Papua Toenjes Swansen Maniagasi, SH agar hal ini kembali ditegaskan oleh gubernur Papua, Kapolda, Pangdam, Kakanwil, Kepala Kejaksaan agar ini menjadi keputusan bersama untuk ditaati dan dilaksanakan bersama. Sementara itu Ketua LSM Lira Kota Jayapura Franklin Mebri juga menyampaikan hal yang sama, bahkan Menurut Mebri kami akan meminta Walikota Jayapura juga untuk melakukan hal yang sama, dengan terus mengampanyekan Save Cenderawasih di Tanah Papua, juga dirinya meminta agar Ketua Umum LSM LIRA menyurati KONI, Kementerian Lingkungan Hidup agar hal tersebut juga dapat menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan event 4 tahunan ini.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah LSM Perempuan LIRA Papua Sri Wahyuni Rumbarar pada kesempatan jumpa pers di Sekretariat LSM LIRA padang Bulan jayapura berujar, apa yang indah dari sesuatu yang sudah menjadi bangkai, kita harus sadar, biarkan Burung Cendrawasih itu hidup di tempat dimana Tuhan menempatkannya, di sana di Hutan, Tuhan tidak menciptakan cenderawasih untuk ditempatkan di atas kepala manusia sebagai mumi, ujarnya calon dokter  tersebut mengakhiri pertemuan dengan media rabu malam 01/09/2021.(Yohanis)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *