Diduga Memotong Insentif RT/RW, Oknum Kades Terkesan Menghindar Saat Ingin di Konfirmasi

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) -PESAWARAN – Sejumlah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun warga (RW) serta sejumlah Kader Pos yandu Desa Bayas Jaya kecamatan Way Khulau Kabupaten Pesawaran keluhkan ada nya dugaan  pemotongan dana insentif oleh oknum Kepala desa setempat.

Hal itu di sampaikan oleh salah seorang ketua RT yang nama nya enggan di sebutkan karena alasan takut kepada media ini beberapa waktu lalu, menurut nya pemotongan yang di lakukan oleh oknum kepala desa tersebut jumlah nya berpariasi dari  Rp.100 ribu hingga 200 ribu  per triwulan nya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pemotongan dana insentif yang dilakukan oleh oknum kades tersebut sangat lah memberat kan  rekan-rekan ketua RT dan RW lain nya,karena pemotongan tersebut tidak jelas peruntukan nya.

“jujur mas sebetul nya saya sendiri tidak iklas jika dana insentif kami di potong oleh oknum kades, karena bagi kami uang Rp.100 sampai 200 ribu tersebut sangat lah berarti untuk memenuhi kebutuhan kami, tapi kami gak bisa apa-apa, terpaksa kami diam meski kami tidak terima dengan pemotongan tersebut,”keluh nya.

Dirinya juga menambahkan,”dari insentif RT dalam triwulan sebesar Rp. 3.000,000, di lakukan pemotongan sebesar Rp100.000,  sehingga bersih kami menerima Rp, 2.900,000, dan pemberlakuan tersebut sama, untuk tujuh belas (17) RT di desa Bayas Jaya,” cetus lelaki setengah baya tersebut.

Sementara itu berdasarkan keterangan Zainudin salah seorang anggota BPD Bayas Jaya, mengatakan sebelum para RT dan RW  menerima dana insentif, mereka sudah di sodorkan selembar surat keterangan, yang wajib di tanda tangani, berisi keterangan tidak ada pemotongan insentif dari pihak mana pun, yang mereka tanda tangani.

“mereka di wajibkan menandatangani surat keterangan tidak adanya pemotongan insentif, tetapi setelah di Tanda tangani, mereka baru menyadari bahwa dana tersebut sudah di pangkas terlebih dahulu oleh kepala desa, hal tersebut di ketahui nya karena berdasarkan keterangan dari sejumlah ketua RT dan RW,” Jelas BPD /

Disisi lain, salah satu kader posyandu juga mengatakan hal yang sama, dan membenarkan adanya pemotongan insentif,

“ini telah menjadi keputusan kepala desa, yang seharusnya saya menerima insentif, Rp 450 ribu, sekarang berkurang menjadi Rp. 350 ribu rupiah, dan parahnya tidak jelas alasan adanya pemotongan tersebut,”keluhnya

Saat di lakukan konfirmasi, kepala desa Bayas Jaya, Darwis, terkesan menghindar dan tidak mau menemui rekan wartawan, bahkan saat di hubungi melalui phone cell pribadinya, (082184667710) tidak pernah aktif, sampai berita ini diturun kan.(defa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *