MKKS dan Para Kepala Sekolah Sambut Baik Rencana Pemerintah Yang Akan Mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) –  LAMSEL – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Lampung Selatan,  Drs A. wardani HS,  MM  mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan sangat setuju rencana pemerintah yang akan mengizikan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka bagi daerah yang sudah turun dari level IV ke level III.

Pernyaaan itu disampaikan A. Wardani yang juga ketua PGRI Lampung Selatan,  Selasa (24/8/2021) kepada media ini disela-sela saat mengikuti kegiatannya di Jakarta.

Menurutnya kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut sudah menjadi keinginan yang sudah lama dinantikan oleh para siswa,  khususnya para siswa baru yang belum pernah melakukan atau mengikui pembelajaran tatap muka disekolah selama masa pandemi ini bersama para tenaga pendidik.

Namun demikian  kata kepala sekolah SMPN 1 Candipuro ini,  harus tetap mengedepankan / mematuhi protokol kesehatan serta ketentuan /persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, pembatasan jumlah peserta didik, waktu kegiatan pembelajaran dan para tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi. ” Tuturnya.

Kepala sekolah SMAN 1 Sidomulyo Hidayatullah MPd menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana pemerintah yang akan mengizinkan pembelaran tatap muka bagi sekolah.

Menurutnya pembelajaran tatap muka ini  sudah sangat ditunggu oleh peserta didik dan para wali murid yang susah kangen dengan sekolah dengan teman serta para dewan gurunya. ” Ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya sejak lama sudah mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan (prokes) disekolah,  mulai tempat cuci tangan disetiap pintu masuk kelas siswa,  alat pengukur suhu (Thermo Gun) Masker bagi siswa dan tenaga pendidik, Hand sanitizer dan Banner himbauan prokes .

Dengan demikian apabila pemerintah sudah mengizinkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai pada September 2021 mendatang,  secara garis besar, para siswa,  dewan guru dan sekolah di  SMAN 1 Sidomulyo , sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. ”  Tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kepala sekolah SMPN 1 Sodomulyo Sri Wahyuni. SPd mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengizinkan pembelajaran tatap muka pada September 2021, setelah lampung Selatan sudah turun dari level IV turun menjadi level III.

Pembelajaran tatap muka ini sudah menjadi harapan para siswa khususnya siswa baru, oleh karena itu pihaknya sejak lama sudah mempersipakan segala kelengkapannya dalam menghadapi pembelajaran tatap muka .

” Kami sudah lama mempersiapkan kelengkapan proses pembelajaran tatap muka dimasa pandemi ini,  persiapan ruangan,  kelengkapan prokes serta para guru semua sudah menjalani vaksinasi ” Ucapnya.

Ditempat terpisah Kepala sekolah SD Negeri 05 Sidorejo Kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan,  Suryana, S.Pd  .M.Pd juga menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengizin pembelajaran tatap muka diaekolah pada September 2021 mendatang bagi daerah yang sudah turun dari level IV ke level III.

Melalui pesan whatshappnya Suryana menjelaskan bahwa secara umum pihaknya sudah sejak lama mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka,  mulai dari kelengkapan prokes, ruang kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta vaksinasi terhadap para tenaga pendidik yang saat ini sudah mencapai 100 %. ” Tuturnya.

Saat ini jumlah tenaga pendidik (Tendik) yang ada di SDN 5 Sidorejo sebanyak 20 orang,  dengan jumlah Rombongan Belajar (Rombel)  sebanyak 12, dan jumlah siswa sebanyak 343 siswa .

Mantan kepala sekolah SDN 2 suak ini juga menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah melaksanakan simulasi KBM tatap muka dimasa pandemi seperti,  jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas  maksimal 20 siswa,  dan batas waktu KBM hanya 2 jam, namun demikian pihaknya juga masih mempertimbangkan izin dari orang tua/wali dan hasil musyawarah antara pihak Komite Sekolah bersama orang tua/wali murid dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka . ” Pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui bahwa saat ini kabupaten Lampung Selatan  turun status dari kriteria level IV ke level III dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Adapun penurunan level PPKM ini terhitung sejak 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021.

Hal ini tertuang di dalam Instruksi Mendagri Nomor 37 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Level III, II dan I serta pengoptimalan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Tentunya  dengan status PPKM level III seperti sekarang  ini, Kabupaten yang ada diserambi Sumatera ini sudah diperbolehkan melaksanakan sekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan sejumlah syarat yang ketat.

Persyaratan yang harus dipatuhi oleh sekolah dalam pelaksanakan pembejaran tatap muka diantaranya yakni,  batas maksimal siswa SMA/SMK/MA/MAK, SMP/MTs, SD/MI dan program kesetaraan adalah 18 orang per kelas (maksimal 50%)

SDLB/MILB, SMPLB/MTSLB, SMLB/MALB maksimal 5 siswa per kelas (62-100%)

Siswa PAUD maksimal 5 orang tiap kelas (maksimal 33%).

Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan secara shifting atau bergantian

Perilaku yang wajib dilakukan seluruh warga satuan pendidikan:

  1. Mengenakan masker tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung, mulut, sampai dagu
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  3. Menjaga jarak minimal 1,5 meter. dan tidak melakukan kontak fisik, misalnya berjabat tangan atau mencium tangan dan menerapkan etika saat batuk atau bersin.
  4. Harus dalam kondisi sehat saat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.
  5. Kondisi terkontrol apabila memiliki penyakit komorbid atau penyerta.
  6. Tidak mempunyai gejala COVID-19, termasuk bagi orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan yang bersangkutan
  7. Kegiatan yang dapat memicu kerumunan tidak boleh dilaksanakan. Misalnya makan di kantin, olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, pertemuan orang tua, dan yang lainnya.

Namun demikian,   keputusan akhir ada di orang tua/wali murid,  artinya orang tua /wal murid yang berhak memutuskan apakah anaknya akan mengikuti sekolah tatap muka terbatas maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ)

(*cak)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *