Mengenal Sosok Bripda David, Editor Film Andalan Bid Humas Polda Sumsel

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-PALEMBANG – Film menjadi salah satu sarana anggota kepolisian untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Di Bid Humas Polda Sumsel, nama Bripda David tidak bisa dipisahkan dengan pembuatannya. Dia adalah Editor Film yang membuat tampilan film itu menjadi lebih enak ditonton.

Tatapan mata Bripda David berfokus menghadap ke arah layar komputer. Dahinya sesekali mengernyit. Tangan kanannya terus bergerak memainkan mouse di atas meja. Dia membuka dan mengolah sejumlah video yang baru dipindahkan dari handycam. ”Ini sedang berusaha membuat konsep film baru,” ujarnya, Kamis (19/08).

Saat senggang, polisi kelahiran Musi Banyuasin itu mengaku banyak mengisi waktunya dengan mengolah video, mengatur tata letak, mengombinasikan video yang pas sebagai latar belakang, sampai membubuhkan kalimat di dalamnya. ”Mengasah kreativitas agar semakin berkembang,” jelasnya.

David adalah personel Bid Humas Polda Sumsel. Perjaka tersebut bertugas di Sub bagian Multimedia. Dia merupakan sosok dibalik pembuatan film di Bid Humas Polda Sumsel. ”Dulu waktu masih sekolah di bagain Multimedia,” katanya, lantas tersenyum.

Dia mengaku tidak begitu terampil di bidang komputer ketika masih bersekolah. Lulusan SMK Negeri 1 Sekayu tersebut merasa bakatnya saat itu tidak berbeda jauh dengan teman-temannya. Yakni, bermain sepak bola. David mengaku enjoy memainkan si kulit bundar meskipun belum pernah menjuarai sebuah kompetisi.

Setelah lulus SMK, dia mendaftar menjadi anggota polisi. Saudaranya yang lebih dulu menjadi seorang polisi membuat David tertarik untuk mengikuti jejaknya. ”Ikut seba (sekolah bintara polisi) pada 2019,” ucapnya.

Penugasan pertama yang diterima setelah lulus adalah menjadi anggota Bid TIK Polda Sumsel. Pada Maret 2019, kemudian 12 Agustus 2020 dia pindah tugas ke Bid Humas Polda Sumsel bagian Multimedia,” ujarnya.

Di Multimedia, dia mulai mengasah lagi bakat dalam pembuatan film. Sebab, David harus mengurusi kebutuhan para personel. Banyaknya waktu bersinggungan dengan komputer membuat David mulai menaruh minat untuk belajar mengolah gambar. ”Lebih keren rasanya kalau bisa mengedit foto. Membuat karya sendiri, lah,” terangnya.

Saat mulai belajar, David menjatuhkan pilihannya pada aplikasi Adobe Primer. Dia mencoba-coba menu yang ditampilkan. Bukan hanya menggali referensi dari website, pria kelahiran 22 Juli 2000 itu juga menyisihkan sebagian pemasukannya untuk membeli buku. ”Jumlahnya tidak banyak, tapi cukup untuk bekal belajar,” tuturnya.

Proses belajar menjadi editor film mengalir seperti air. David tidak mematok target pembuatan film tapi secepatnya bisa menyelesaikan pembuatan film yang ditugaskan kepadanya. Meski begitu, dia dibantu oleh personil Bid Humas lainnya untuk lebih mengasah kemahirannya. ”Banyak belajar juga sama teman-teman yang lebih paham,” ungkapnya.

David mengaku bahwa film pertama yang dibuat adalah “SAHABAT DAN TOLERANSI” Tayang pada tanggal 26 desember 2020. Setelah dia sudah pindah tugas ke Bid Humas. Saat itu, David mendapat tugas untuk mengedit video kegiatan Kapolda Sumsel. ”Konsep awalnya menyesuaikan dengan permintaan pimpinan saja yaitu pesan kamtibmas tersampaikan,” lanjutnya.

Di luar dugaan, hasil editan dan kreasi nya ternyata mendapat apresiasi. David makin getol mendalami dunia multimedia. Lama-kelamaan, dia malah menjadi personel andalan untuk editor film. ”Banyak video yang di edit david menjadi sebuah film. Misalnya, film tentang pemakaian helm, larangan pemakaian knalpot racing dan larangan mudik lebaran,” ujar polisi yang tinggal di Aspol Puntikayu, itu.

Menurut pria yang hobi menonton film-film action tersebut, inspirasi mengolah video tersebut banyak diperoleh dari jaringan internet. Dia pun banyak membaca dan menonton film untuk menentukan ide edit. ”Dilihat juga situasinya. Momentumnya untuk apa,” imbuhnya.

Tak terasa, sudah satu tahun David menjadi editor film andalan di lingkungan tempatnya mengabdi. Dia menjadi sosok penting di balik lahirnya penyampaian pesan kamtibmas kepada masyarakat pada masa pandemic Covid-19 ini.

David menambahkan, mengolah video dan merancang film sudah menjadi hobinya. Dia merasa ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri ketika melihat hasil karyanya ditonton dan disukai oleh masyarakat.

Anak sulung dari empat bersaudara tersebut merasa enjoy dengan tugas yang diemban. Kendati demikian, adakalanya dia harus bekerja ekstra saat ada perintah yang datang mendadak. ” Film yang sudah jadi tidak jarang butuh revisi dari pimpinan. Jadi harus teliti dan benar-benar mendengarkan petunjuk yang diberikan,” tandasnya. (Rls/Ags)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *