Luncurkan Circle of Charity, Ary Apindo: Saat Semua Tangan Menyatu, Akan Banyak Yang Terbantu

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com)-BANDAR LAMPUNG -Setelah bakti sosial kolaborasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Pejuang Bravo Lima, Yayasan Alfian Husin, RM Minang Indah Grup, dan para tokoh, pimpinan/perusahaan donatur individu/institusi jejaring, galang donasi menu makan siap saji tiga kali sehari bagi para tenaga kesehatan (nakes), tenaga pendukung fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), dan pasien isolasi mandiri (isoman) terpusat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Tanjungkarang-RSUD Tjokrodipo Bandarlampung, 14-30 Juli 2021.

Serta, donasi paket sembako, multivitamin, masker medis, tanaman herbal daun Sungkai bagi nakes, tenaga pendukung fasyankes, warga isoman 10 puskesmas, duafa, pekerja wisata, difabel, panti asuhan, dan terdampak PPKM di Bandarlampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan, 26 Juli-10 Agustus lalu.

Kembali, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Lampung melalui pengurus Bidang Kesehatan dan Sosial (Kessos), bersama Forum CSR Lampung (FCL), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dan komunitas Sahabat Sedekah Lampung,  menggelorakan lagi belarasa kemanusiaan melalui taja program Circle of Charity.

Sebagai wujud konsolidasi empati dan kepedulian sosial bagi warga terdampak, dan menyemangati garda depan penanganan pandemi, Circle of Charity (CoC) merupakan galang donasi tunai senilai Rp15 ribu/paket donasi, selanjutnya disalurkan ke para nakes, tenaga pendukung fasyankes, dan warga terdampak pandemi. Atau, bisa juga kepada komunitas penerima assesment donatur.

“Menyangga lapangan kerja mereka yang berkebutuhan khusus, sekaligus mendukung masyarakat yang membutuhkan. Mereka akan didampingi oleh para pelaku usaha ultramikro dan usaha mikro yang terdampak pandemi. Hasil pekerjaannya itu digunakan sebagai bantuan bagi yang membutuhkan. Satu tindakan, banyak kebaikan,” gugah tim pelaksana CoC, telah bekerja sejak akhir Juli.

Membersamai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI, dipandu ketat protokol kesehatan 5M cegah kendali COVID-19, Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian meresmikan peluncuran program CoC, di Dapur Dif_able, Jl Diponegoro 14, komplek kantor PT PLN (Persero) UP3 Tanjungkarang, Enggal, Bandarlampung, Selasa (17/8/2021).

Hadir sejumlah pengurus Apindo Lampung, yakni Wakil Ketua I Adi Susanto, pemrakarsa program/Wakil Ketua II Dr Veronica Saptarini, Kabid Kessos Enita Agustri Niarsih dengan didampingi oleh pengurus bidang/ketua pelaksana program, Mery Destianty. Serta, Eti, koordinator Sahabat Difabel Lampung (Sadila), para difabel relawan transporter.

Pula hadir, Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Provinsi Lampung, Aswarodi, memuji inisiasi, mengingatkan tujuan utama penanganan pandemi: bumihanguskan COVID-19 dan mencegah sekuat tenaga penularan, serta mengingatkan pula pentingnya prokes 5M dalam seluruh aktivitas program.

Ary saat pidato singkat berharap, program ini dapat tepat guna, tepat sasaran membantu saudara-saudara yang terdampak pandemi. Program ini, sebut Ary, merupakan kelanjutan dari program baksos sebelumnya.

“Kegiatan lanjutan ini bukan sekedar galang dana, tapi ini penggalangan kebersamaan semangat dan daya warga menanggulangi pandemi,” ujar Ary, pengusaha properti ini, dalam siaran persnya yang diterima media di Bandarlampung, Kamis (19/8/2021).

Diterangkan, pembeda utama CoC dibanding donasi sebelumnya: melibatkan komunitas penyandang disabilitas dan anggota panti asuhan berketerampilan sebagai pelaksana.

Penerima paket bantuan/bingkisan: para warga yang sakit akibat pandemi, terdampak sosial ekonomi, nakes/tenaga pendukung fasyankes, dan pekerja yang terlibat dalam penanggulangan COVID-19.

“Seperti warga isomaner, pedagang kecil, PKL, buruh, tukang ojek, pemulung, warga berkebutuhan khusus dan tak mampu bekerja. Bingkisan nakes, sokli, petugas pemakaman COVID-19. Bantuan masakan, makanan kemasan, buah-buahan, sembako. Terbuka kemungkinan, tabung oksigen dan tes PCR bagi yang tak mampu. Sosialisasi edukasi penanganan sampah rumah tangga juga jadi bentuk kegiatan program,” jelasnya.

Penerima bantuan CoC layak diperhatikan dengan beberapa pertimbangan. “COVID-19 yang sempat melonjak, tak tertampung RS/faskes. Banyak yang harus menyembuhkan diri sendiri, isolasi mandiri. Banyak pula yang tidak ke RS/faskes karena takut atau tidak tahu. Mereka ada yang tak terpantau data resmi isoman. Keterlambatan penanganan bisa sebabkan kematian. Bingkisan bukan hanya akan membantu yang tak mampu, diharap juga buat penderita sakit merasa diperhatikan, bahagia, tumbuh rasa nyaman yang diperlukan dalam pemulihan,” ulas Ary.

Bagi nakes, membeludaknya pasien dan buat kewalahan, lelah, dan hidup dipertaruhkan. Pandemi menciptakan gaya belanja daring, masker sekali pakai, dan kemasan pesanan menjadikan TPA sampah berlimpah limbah.

“Banyak warga pun abai penanganan limbah masker dan warga isoman. Kesehatan dan jiwa petugas sampah pun terancam, bantuan bagi petugas sampah, edukasi penanganan limbah rumah tangga jadi makin penting di era pandemi. Demikian juga penggali makam kelelahan karena meningkatnya kematian.”

Kepedulian pada pejuang garda depan, dan edukasi publik tak bisa diabaikan. “Pandemi buat ekonomi nyaris lumpuh. PKL, pekerja PHK, pekerja wisata dan sektor terimbas. Sembako, makanan kemasan penopang hidup keseharian, sangat berarti,” pindai Ary.

Dari itu, sambung ketua pelaksana, Mery Destianty, Apindo Lampung bersama FCL, IHGMA, dan Sahabat Sedekah Lampung terketuk inisiasi CoC. Menggembirakannya, dukungan dus partisipasi kontan menderas dari multisektor organisasi/komunitas.

Bergerak serentak, sebut saja, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Lampung pimpinan Dyah Etika WS, Komunitas Dif_Able, Langit Sapta, Lampung Investment Tourism Board (LITB) pimpinan Valentina Yuliani, Sahabat Difabel Lampung (Sadila), Pusat Informasi Kegiatan (PIK) Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) Lampung pimpinan Armala Dewi, Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung pimpinan Ary Meizari, DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandarlampung pimpinan Muhammad Ridho, komunitas relawan kemanusiaan Hindu-Budha jejaring SSL: Sahabat Punia, Yayasan Alfian Husin pimpinan Dr Andi Desfiandi, beberapa perusahaan, sekolah, hingga perguruan tinggi.

“Tujuan utama program CoC ini menyatukan kepedulian, solidaritas, empati, daya upaya bersama saat pandemi meraja. Pemerintah tak bisa sendiri. Program ajak tiap anggota organisasi/komunitas, mahasiswa/pelajar, keluarga, tiap warga berpartisipasi, bukan dari kelimpahan, juga dari keterbatasan. Bahkan yang kurang mampu pun bisa bantu yang tak mampu. Panitia COC bertindak jadi fasilitator,” terang Mery Destianty yang juga Ketua IBI Lampung itu.

Mery –juga Kadis PPPA Lampung Tengah ini mengimbukan, setiap organisasi/komunitas tergabung bisa tentukan sendiri pelaksana program, apakah dari pekerja penyandang disabilitas, atau anggota panti asuhan yang terampil. Komunitas penggalang juga bisa tentukan sendiri kelompok penerima paket bantuan, apakah nakes, warga isomaners, atau kelompok warga lainnya.

“Komunitas donatur bisa langsung pantau apakah bantuan telah diserahkan dengan tepat. CoC ini juga bisa diikuti perorangan. Saat menyerahkan donasi, donatur individu dapat langsung menunjuk pelaksana dan penerima bantuan. Bantuan bisa berupa produk makanan, tabung oksigen, tenaga, atau donasi senilai Rp15.000 per paket.”

Koordinator Sahabat Sedekah Lampung, Dyah Etika WS, anggota tim, menyatakan, program ini berikan banyak manfaat. Saat  anak-anak panti asuhan/yang berkebutuhan khusus siapkan bantuan, mereka mendapat penghasilan dari pekerjaan yang mereka lakukan. Setelah itu hasil pekerjaan mereka diberikan ke mereka yang butuhkan bantuan.

“Inilah yang disebut Circle of Charity. Ini buat lingkaran kebaikan meluas. Karena itu kami Sahabat Sedekah Lampung sangat antusias mendukung program ini,” semringah Dyah.

Seturut, Dr Veronica Saptarini. Ketua Forum CSR Lampung yang kini didapuk Wakil Ketua II DPP Apindo Lampung ini juga apresiatif. “Memberi dari kelimpahan itu biasa, namun berbagi dari keterbatasan itu luar biasa. Jika semua tangan menyatu, akan banyak yang terbantu,” sebut pakar sekaligus praktisi pemberdaya ekonomi mikro ini filosofis.

Teknis gabung donasi? “Kumpulkan dari komunitas/teman-teman dan komunitas pengumpul, langsung tunjuk komunitas penerima bantuan.” Donasi Rp15 ribu/paket bisa ditransfer ke rekening Bank Mandiri 114.001.0999640 atau BNI 700.800 2409 atas nama Dyah Etika WS.

Korespondensi donasi ke Dyah Etika WS di 087899150009, Ika/FCL di 085391398353, Raban/IHGMA di 085391398353, Rina RS Imanuel Sukarame/pengurus Bidang Kessos DPP Apindo Lampung di 081274385522.

Dilaporkan, donasi terhimpun hingga Kamis (19/8/2021), berasal dari sejumlah donatur institusi/individu tergabung. Sebut per abjad, Asrian, Dony Ronaldo Tunas Dwipa Matra, Ernita, Fanny Hasibuan, Fitri, Wakil Rektor II Universitas Tulang Bawang (UTB) Dr Hasan Basri, IBI Lampung (200 paket), IHGMA (267 paket), Ika Rusmayasari, JNE (330 paket), Ledyana, Rafli Pramudya/Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, Advokasi Apindo Lampung, Santoso/Pomal Mandiri, Sirkel, Tika, dan Yayasan Alfian Husin (150 paket). Salah satunya menujukannya khusus nakes, ada dari, tujuh “hamba Allah”.

“Berbagi dari kelimpahan itu biasa, tetapi berbagi dari keterbatasan, itu warbyasah. Ikut CoC? Hanya Rp15 ribu. Saat semua tangan menyatu, akan banyak yang terbantu,” bunyi pesan solidaritas Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian mendampingi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Apindo Lampung, Ardiansyah, memantik uji materiil belarasa kemanusiaan. (red/rls/Muzzamil)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *