Momentum HUT RI -76 Tahun, Tidak Sekedar Menggantung Merah Putih

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – PAPUA – Menjelang Hut RI Ke – 76  Tahun,  warga masyarakat di kerahkan memasang bendera merah putih di depan setiap rumah,  tak luput bahwa pedagang asongan  penjual kain merah putih berbentuk bendera pun bertebaran di mana – mana untuk jajahkan jualan bendera merah putih, termasuk di kabupaten kota seluruh provinsi Papua. Pemandagan klasik sejak bertahun – tahun sudah ada.

Ungkap ketua forum kebijakan affirmasi pembangunan provinsi Papua  melihat bahwa  nuansa perayaan HUT RI Ke 76 kali ini agak berbeda dari tahun  – tahun  sebelumnya, hal ini karena di pengaruhi wabah covid-19 yang mendunia ini. (selasa, 17/08/2021).

Menurut ketua FKAPP ini bahwa terlepas dari situasi Covid-19  ada juga faktor lain terkait situasi politik yangg memanas di Papua  dalam beberapa bulan  ini masih cukup terasa  seperti konflik – konflik kekerasan pada beberapa wilayah di Papua.

Disertai dinamika penghujung tahun berakhirnya  masa Penerapan UU Otonomi Khusus Nomor 21 tahun 2001 jilid 1 dan  Pasca Penetapan  UU Nomor 2 Tahun 2021 Otsus Papua Jilid II.

Banyak pro kontra di kalangan OAP  terkait penetapan undang – undang otsus jilid ii itu,  ternyata ada pokok – pokok penting yang seharusnya di muat dalam  undang – undang dimaksud namun menjadi terabaikan,  seperti Lambang – lambang dan lagu sebagai simbol Kultur.

Penilaian atas LPJ bupati/walikota,  pembentukan komisi adhok, pengadilan hak asasi  manusia dan komisi kebenaran,  aspek lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan bagi OAP  dan beberapa hal lain yang juga di atur dalam bab serta pasal – pasal itu telah di amputasi.

Saya berharap bahwa dalam momentum perayaan HUT RI Ke-76 ini,  ada sebuah perubahan dalam pola pendekatan dari pemerintah pusat bagi OAP dengan pola – pola yang lebih elegan.

Situasi HUT RI,  saat ini  juga sedang di lakukan pembahasan dan penyusunan draf rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang merupakan  turunan dari UU otsus jilid baru itu.

Rakyat papua (OAP) berharap besar bahwa RPP ini dapat mengkafer atau dapat men-takeover  bab dan pasal  – pasal pokok yang menjadi landasan filosofis lahirnya UU Otsus tersebut  yang telah di amputasi dalam regulasi otsus jilid baru itu.

Karena hal prinsip dasar dari keberpihakan, pemberdayaan pada OAP lewat regulasi jilid i tidak berjalan sama sekali,  termasuk juga perdasus perdasinya tidak tercover saat itu.

Menjadi penting dalam momentum HUT RI ini adalah bahwa perlunya pemerintah pusat konsisten dalam pemberantasan kasus-kasus korupsi di tanah air  dan khususnya  kabupaten/kota di tanah  papua.

Agar bendera merah putih tidak sekedar di pasang pada tiang gantungan saja,  tetapi bagaimana bendera itu dapat terpatri dan berkibar dalam jiwa dan sanubari orang – orang papua  yang beda secara kultur antropoligis budaya  namun menjadi satu dalam kebhinekaan dan pancasilais ini.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *