Pemprov Malut Dorong Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – TERNATE – Keterlibatan perempuan dalam dunia usaha bukan lagi hal yang baru di era reformasi, bahkan meningkat drastis dari tahun ke tahun. Ini merupakan cerminan bahwa perempuan juga dapat berperan ganda selain menjadi ibu rumah tangga, perempuan juga aktif dalam kegiatan perekonomian, khususnya perekonomian keluarga. Hal ini disampaikan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku Utara (Malut), Musyrifah Alhadar, pada acara pelatihan kelompok keluarga bagi perempuan, di Cafe Mozaik Kayu Merah Puncak, Kota Ternate, Selasa (3/8/2021).

Pada kesempatan tersebut, Kadis PPPA yang akrab disapa Ivo ini, mengatakan baik pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan berbagai strategis dalam rangka meningkatkan daya saing sektor industri agar bisa membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19.

“Dengan adanya peran perempuan dalam menunjang perekonomian keluarga, diharapkan dapat membantu rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Olehnya itu, dia menginginkan melalui kegiatan atas kerjasama Dinas PPPA Malut dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut ini dapat memberikan nilai tambah yang dapat merubah pola pikir dari kaum perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga sehingga tercapai kesetaraan perempuan dan laki-laki.

“Keterlibatan perempuan dalam bekerja dan menggeluti dunia usaha dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan dalam pemberdayaan perempuan. Semakin banyak perempuan yang bekerja, maka secara tidak langsung dapat menunjukkan semakin banyak perempuan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” jelasnya.

Perempuan yang berusia produktif, kata Ivo, diharapkan mampu terlibat secara aktif dalam kegiatan perekonomian, khususnya di lingkup keluarga. Tidak hanya itu, tuntutan akan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan paling tidak memiliki dampak yang nyata.

Tuntutan dan kualitas SDM perempuan, menurutnya ada dua hal yang memiliki dampak yang nyata yaitu, Pertama, Kualitas yang dimiliki perempuan akan menjadi mitra kerja aktif bagi laki-laki dalam mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik yang diarahkan pada pemerataan pembangunan. Kedua, Perempuan yang berkualitas turut mempengaruhi kualitas generasi penerus.

“Peningkatan kompetensi perempuan merupakan salah satu upaya untuk terus menerus dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada unit terkecil, yaitu keluarga,” tutup Ivo. (ais).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *