Pencegahan Stunting Memerlukan Intevensi Gizi Yang Terpadu

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – KEPULAUAN NIAS – Pencegahan stunting memerlukan intevensi gizi yang terpadu, pengalaman global menunjukan penyelenggaran intervensi terpadu yang melibatkan lintas sektoral stunting dapat dicegah.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Nias Barat Prof. Dr. Fakhili Gulo dalam arahannya saat membuka secara resmi pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten Nias Barat (Aksi#3) yang dilaksanakan di Hall Tokosa, Onolimbu, Lahomi, Kamis (29/7/2021).

Dijelaskan dia bahwa, rembuk stunting yang dilaksanakan ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat (germas).

Menurutnya, stunting itu akibat dari kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak akan tetapi mempengaruhi pertumbuhan cara berpikir bahkan mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya/bekerja sehingga berdampak pada ekonomi serta kemajuan daerah.Jelas Fakhili

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pencegahan stunting memerlukan intevensi gizi yang terpadu, pengalaman global menunjukan penyelenggaran intervensi terpadu yang melibatkan lintas sektoral stunting dapat dicegah.

Hadir pada acara Rembuk Stunting tersebut antara lain Staf Ahli, Asisten, Kepala Dinas lingkup Nias Barat, Ketua TP. PKK Kab. Nias Barat Ny. Erli Tasar Khenoki Waruwu, Anggota DPRD Nias Barat, Camat se-Kabupaten Nias Barat, Ketua Persatuan Perawat  Nasional Indonesia Kab. Nias Barat, Kepala BPJS Kab. Nias Barat, Kakan Kementrian Agama Kab. Nias Barat, Organisasi Pemerhati Kesehatan dan undangan lainnya.(Toro Harefa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *