Koalisi Penegakan Keadilan Yapen Siap Laporkan Pihak Terlibat Pembangunan Tugu Patung Yesus

  • Whatsapp
banner 468x60

(humasnews.com) – SERUI – Pekerjaan Pembangunan Tugu Patung Yesus  sejak di bangun awal tahun 2018  Pada tahap III dan IV ( Tahun jamak) TA. 2018 dan 2019 dengan nilai tender Rp. 4.398.030.000.00,- Serta pada Tahun 2019 untuk tahap ke IV Dengan Nilai Rp. 2.435.584.000.000,- tidak berjalan sebagaimana perencanaannya. Dalam artian bahwa telah terjadi mangkrak pada proyek tersebut, dan entah siapa yang bertangungjawab tergadap hal ini, Pengusaha/Kontraktor siapa yang bekerja, yang terjadi hanyalah saling lempar kesalahan, terlihat jelas disekitar lokasi proyek tak ditemukan Papan Proyek yang menjelaskan rencana kegiatan pembangunan dan sumber pembiayaannya, dan waktu pelaksanaan.

Meski dalam status bermasalah tersebut Pemda Kepulauan Yapen masih terus mengangarkan pembiayaannya, kita lihat sendiri lewat Panitia LPSE Yapen mengadakan penawaran Ulang terhadap Pembangunan Tugu Patung  Yesus  pada  tahap ke V  lagi  pada Tahun 2020 ini dengan Nilai Proyek Rp. 1.870.000.000,- sedangkan untuk Perencanaan teknis Pembangunan Taman dari tugu tersebut telah menghabiskan dana TA 2019 sebesar Rp. 329.000.000,- . dan ini sudah memasuki Bulan Oktober 2020 serta ini sudah di Penghujung tahun 2020 itupun tidak ada tanda – tanda realisasi pelaksanaan proyek ini.

Dari Data serta informasi yang kami himpun bahwa “Para Pekerja Seniman yang di bawa sebagai pekerja pada proyek ini mereka pun telah pulang, hal tersebut dikarenakan mereka tidak jelas Pembayaran Upah kerjanya ujar Ketua Koalisi Penegakan Keadilan Kab.Kepulauan Yapen Benyamin Wayangkau kepada pelitaekspres.com

Lanjut benyamin bahwa telah dirinya  melakukan klarifikasi terhadap status pembangunan patung Yesus di Kampung Serui Laut tersebut, namun dari beberapa Anggota DPRD Kab. Kepulauan Yapen yang kami konfirmasi mengenai Informasi ini tidak memberikan jawabannya; serta mereka serentak mengatakan “kami tidak tahu Proyek tersebut” maka kami masyarakat kab. Kepulauan Yapen mempertanyakan fungsi legislasi pengangaran dan pengawasan oleh Dewan yang tidak berjalan sehingga proyek milyaran rupiah ini menjadi mangkrak dan menurut kami berdasar pada semua materi yang kami temukan sepertinya Pekerjaan Tersebut sudah tidak terurus lagi, dari hasil Pantauan Tim di Lapangan, areal Pembangunan Patung tersebut sudah dijadikan tempat mabuk mabukan, ini menjadi sesuatu potret yang bertolak belakan dengan tujuan pembagunan patung ini yang akan digunakan sebagai tempat wisata religius.

Ditempat terpisah Plt, Ketua DPD LIRA Kab. Kepulauan Yapen, Iqnatius Aninam; mengaku telah melakukan investigasi bersama dengan Koalisi Penegakan Keadilan Kab.Kepulauan Yapen untuk melihat sejauhmana perkembangan pembangunan proyek patung yesus tersebut dan Tim ini butuh penambahan beberapa bukti lagi sehingga kami anggap cukup dan hasil keseluruhan investigasi ini kami akan melaporkannya pada pihak berwajib, baik KPK dan Kepolisian, karena banyak sekali proyek di Kab, Kepulauan Yapen yang tidak dilaksanakan dengan baik, salah satunnya proyek pembangunan tugu atau patung Yesus ini, disaat banyak pembangunan sektor produktif dikabuoaten kepulauan Yapen masih butuh pendanaan, pemda justru mempertontonkan suatu sikap pemerintahan yang tidak relefan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, ini Fatal tegas Aninam.

Sementara itu dengan nada kecewa Benyamin Wayangkau mengatakan Semoga Mereka – Mereka Yang Mengambil Untung  Dari Proyek Macet Ini Dengan Menghabiskan Uang Rakyat Di Yapen Yang Begitu Besar Akan Mendapatkan ” Kutukan Dan Ganjaran” baik secara hukum maupun alam ini, setimpal perbuatannnya. Imbuh Benyamin Wayangkau,  Ketua Koalisi Penegakan Keadilan Kab.Kepulauan Yapen. (rls)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *